"Khusus PPP, memilih Foke-Nara karena memang Islam. Islam itu Rahmatan al alamin," kata Suryadharma ketika menyambangi rumah Rhoma Irama di Mampang, Ahad, 12 Agustus 2012. Ia mengeluhkan banyak masyarakat yang menilai Islam sempit, rentan dengan penyebaran isu SARA dan tidak terbuka. "Ini salah besar, Islam tidak mengajarkan itu," katanya.
Menurutnya,meski PPP memilih Foke karena Islam tapi kepentingan warga Jakarta di luar Islam akan tetap terpenuhi. "Penduduk yang di luar Islam akan tetap dilayani," katanya. Isu SARA yang identik dengan kubu Foke, lanjut Suryadharma, sengaja dihembuskan dalam masa Pilkada kali ini hanya untuk membenturkan warga Islam dengan penganut agama lain di Jakarta.
Suryadharma juga menilai wajar jika PPP memilih berkoalisi dengan Foke karena ia beretnis Betawi. "Ada yang salah kalau milih Betawi? Tidak ada salahnya kita milih Betawi," katanya. Menurut ia, Betawi pantas dipilih karena Betawi adalah suku yang sangat terbuka. Jakarta dihuni oleh ribuan pendatang dari 33 propinsi di Indonesia. "Adakah konflik antar suku Betawi dengan suku lain? Itu bukti keterbukaan orang Betawi," katanya.
Suryadharma menegaskan isu SARA yang belakangan berkembang dan melibatkan Foke-Nara sengaja dihembuskan untuk mengadu dombak penganut muslim dengan non-muslim serta warga suku di luar Betawi dengan warga Betawi. "Ini menjadi keprihatinan bersama," katanya.
Pasangan cagub dan cawagub Foke-Nara sudah mengantongi dukungan dari tiga partai yaitu PPP, Golkar dan yang terakhir Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Rival Foke-Nara, Jokowi-Basuki yang diusung oleh PDIP dan Gerindra, tidak meraih mitra koalisi.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !