INILAH.COM, Jakarta - Calon presiden alternatif dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang dinilai menjadi sebuah kebutuhan. Setidaknya berbagai riset politik mengungkapkan, mayoritas pemilih menginginkan sosok baru dalam Pemilu 2014 mendatang. Saatnya berburu capres alternatif.
Berbagai riset politik mengungkapkan mayoritas publik menginginkan figur baru dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang. Riset Saiful Mujani Reserach and Consulting (SRMC) akhir Juni lalu mengungkapkan 60 persen publik belum menentukan pilihannya siapa calon presiden yang akan dipilih bila Pilpres digelar saat survei. Dalam riset juga terungkap tidak muncul fenomena yang terjadi seperti dalam Pemilu 2004 dan 2009 lalu dengan kemunculan tokoh yang memiliki elektabilitas di atas 20 persen.
Pakar ilmu pemerintahan Ryas Rasyid menilai persoalan bangsa yang saat ini dihadapi terkait dengan kepemimpinan (leadership) dan praktik korupsi yang masih terus terjadi. "Masyarakat menginginkan presiden alternatif," kata mantan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah ini di Pondok Pesantren al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Jumat (7/9/2012).
Dia pun menyebutkan figur Ketua Mahakamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memiliki syarat untuk menjadi capres alternatif dalam Pemilu 2014 mendatang. "Dilihat dari kriterianya, Mahfud MD layak untuk menjadi capres mendatang baik dari sisi pengalaman dan kepemimpinan," tambah mantan Presiden Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini mendefinsikan capres alternatif merupakan kandidat yang muncul dari luar mainstream serta tidak menjadi bagian dari kekuatan politik status quo. Selain itu, Ryas menyebutkan capres alternatif merupakan orang yang belum pernah mencalonlan diri, bukan ketua umum partai politik dan berusia masih muda.
Kebutuhan calon presiden alternatif juga dirasakan oleh partai politik. Setidaknya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap mempelopori kemunculan figur alternatif dalam Pemilu 2014 mendatang. Saat ini PPP mengkaji dan memantau figur yang layak diusung dalam Pemilu 2014 mendatang. "Soal figurnya nanti. Tapi yang pasti sosok tersebut bisa berasal dari mana saja," kata Suryadharma Ali saat silaturahmi di Ponpes Al Hamidiyyah Lasem Rembang, Jumat (7/9/2012).
Hal senada ditegaskan Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy yang menegaskan pihaknya siap menjadi pintu persembahan kemunculan figur pemimpin Indonesia yang dikehendaki publik. "Kita siap menjadi pintu persembahan munculnya figur pemimpin Indonesia yang dikehendaki rakyat," jelas Romi.
Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (Laksnu) Gugus Jokow Waskito berpendapat partai politik di level tengah dapat terdongkrak elektabilitasnya jika mendorong kemunculan capres alternatif. "Jika mau mendongkrak suara, partai politik lebih strategis jika mencalonkan Capres eksternal. Masih ada nama Mahfud MD, Dahlan Iskan, Anis Baswedan, Jimly Asshidiqie, dan lain-lain," saran Gugus. [mdr]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !