Musyafak Noer, Ketua DPW PPP Jawa Timur mengatakan sampai saat ini masih tetap menunggu keputusan PWNU Jawa Timur terkait kader NU yang akan diusung menjadi cagub bukan cawagub. "Kita masih menunggu PWNU Jawa Timur dan kyai-kyai, siapa yang direstui. Kita tidak akan menghianati kyai dan PWNU," kata Musyafak Noer, kemarin.
Musyafak menyampaikan, jika Gus Ipul mendapat restu dari PWNU dan Kyai-kyai maka PPP Jatim menyatakan untuk mendukungnya sebagai calon gubernur Jawa Timur pada pilgub mendatang. Hal senada juga akan dilakukan jika Kyai merestui Khofifah Indar Parawansa. "Jika NU dan kiai-kiai sepakat mendukung Gus Ipul maju menjadi Cagub Jatim, PPP juga siap mendukung dan berkoalisi dengan PKB. Sebab PPP tak pernah berkhianat terhadap NU dan kiai-kiai," tegasnya.
Bahkan PPP, lanjut Musyafak juga sangat berharap calon gubernur NU berpasangan dengan kalangan nasionalis, yakni kader PDIP. “Idealnya pasangan cagub dari kader NU itu berasal dari nasionalis seperti PDIP, sehingga tercipta koalisi kuat Ijo-Abang (Jombang) karena lawan yang dihadapi adalah cagub incumbent," tambah mantan anggota DPRD Jatim periode 2004-2009.
Terpisah, Sekretaris DPW PKB Jatim, Thoriqul Haq mengaku hasil kuputusan dewan Syuro yang menginginkan Gus Ipul diusung sebagai cagub Jatim patut untuk diapresiasi. Menurutnya, itu merupakan bagian dari usulan dan akan disampaikan ke DPP PKB agar menjadi bahan pertimbangan. "Siapapun kader NU yang diusung, syaratnya hanya satu, mau diusung menjadi Cagub. Kalau Gus Ipul mau maju menjadi Cagub, ya tidak masalah," dalih Ketua Komisi C DPRD Jatim ini, Senin (14/1) kemarin
Sementara itu, Wagub Jatim, Saifullah Yusuf ketika dikonfirmasi soal dukungan PKB dan PPP supaya dirinya maju menjadi cagub, mengaku akan melihat dan menunggu perkembangan politik sampai ada kepastian dukungan. "Kita lihat nanti dan tunggu tanggal mainnya, pokoknya semua kemungkinan masih terbuka," pungkasnya. rko/sg



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !