"Kita diiberikan kebebasan kepada anggota untuk memilih. Ya kalau bicara kualitas memang agak sulit, karenanya kita akan memilih yang not bad dari kualitas calon hakim agung yang ada," kata Dimyati di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1/2013).
Menurutnya, kualitas calon hakim agung yang melalui fit and proper test di komisi III tak terlepas dari proses seleksi di Komisi Yudisial yang menentukan 24 orang untuk diuji di DPR. Ia mengkritisi proses seleksi tersebut.
"Kita juga pertanyakan KY ini karena kita memilihnya berat juga. Hasil fit and proper test ini berat tapi akan kita pilih, mau tidak mau berdasarkan aturan yang ada," ucapnya.
Sementara soal agenda pemilihan, belum ada kepastian akan dilakukan langsung hari ini atau ditunda. Keputusan itu akan diambil berdasarkan rapat pleno komisi III sore ini.
"Saya minta harus hari ini jangan lusa, kalau lusa bisa ada lobi-lobi bisa masuk angin. Rapat sore ini juga angsung memilih 8 nama," kata politisi PPP itu.
Pantauan detikcom pukul 15.40 WIB di ruang Komisi III DPR, beberapa anggota komisi III tampak sudah hadir untuk rapat pleno menentukan agenda pemilih hakim agung yang telah melalui fit and proper test.
Sebuah kotak tranparan berukuran sekitar 40x30 cm diletakkan di tengan ruangan untuk menyimpan nama hakim agung yang telah dipilih oleh anggota, begitu juga sebuah papan berwarna putih yang menampilkan 24 orang calon hakim agung.
(iqb/lh)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !