Meskipun
secara organisatoris PKNU berfusi ke Gerindra, namun kader dan pemilih
PKNU akan tetap ke PPP. Hal ini karena sudah ratusan pentolan PKNU yang
menjadi caleg PPP, baik untuk DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD
Kabupaten/Kota.
Selain itu, kyai-kyai PKNU sudah sejak setahun lalu bergabung ke PPP. Mereka
sudah berjanji untuk membesarkan PPP. Karena itu, wajar jika PPP dapat
mengadakan Mukernas dengan sukses, yaitu di Pesantren Lirboyo dan di
tutup di Pesantren Ploso. Sebelumnya, kedua pesantren itu mendukung
PKNU, namun kemudian mendukung PPP karena mereka yakin PPP merupakan
rumah yang tepat untuk memperjuangkan dan mewujudkan Islam ahlus sunnah
wal jamaah, yaitu seperti tawasut, tawazun, taszamuh, dan lain
sebagainya.
Apakah mungkin
Gerindra bisa menjadi rumah bagi Ahlus sunnah wal jamaah? Sangat sulit.
Pertama, karena Gerindra bukan merupakan partai Islam. Kedua, di
Gerindra sangat sedikit orang yang memahami ajaran ahlus sunnah wal
jamaah. Hal ini berbeda dengan di PPP, di mana tokoh sunni sangat
berpengaruh, seperti yang direfleksikan oleh KH. Maemun Zuber, Ketua
Majelis Syari’ah DPP PPP. Dari Ketum PPP sampai anggota PPP sangat
mematuhi titahnya yang sudah pasti bersumber dari ajaran ahlus sunnah
wal jamaah.
Ketiga, Gerindra
merupakan partai yang sentralistik, yang biasanya kurang partisipatif.
Karena itu, sulit bagi sebagian kecil pengurus PKNU untuk dapat
memengaruhi ideologi Gerindra.
Kepada pengurus
PKNU yang bergabung dengan Gerindra, tentu PPP akan mengucapkan selamat
berjuang di Gerindra, semoga dapat memperjuangkan cita-cita Islam di
Gerindra.
Namun bagi kader
PKNU yang telah nyaleg dan mendukung PPP, PPP mengucapkan ahlan wa
sahlan. Semoga PPP semakin kuat untuk memperjuangkan cita-cita Islam
ahlus sunnah wal jamaah.
Selamat berjuang
Zuber


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !