Banyaknya tokoh nasional yang nyaleg bersama PPP membuktikan bahwa PPP dapat bersaing di tiga besar.
Sejauh ini, tokoh
yang sudah pasti bergabung dengan PPP adalah Yusron hza Mahendra, tokoh
penting PBB, Khairunisa (tokoh Pondok Pesantren Az-Zaytun Indramayu dan
putri KH. Panji Gumilang), serta Munarman (Juru bicara FPI).
Selain itu, PKNU
secara organisatoris dan personal menyatakan bergabung bersama PPP.
Menurut AS Hikam, Pengamat Politik, PKNU akan menyumbang suara besar
pada PPP di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di kedua daerah itu, di setiap
Dapil PPP minimal akan mendapatkan 1 wakil untuk DPR-RI.
Masuksnya Yusron
Ihza akan memberikan suara besar di Bangka Belitung. Beliau adalah
mantan anggota DPR dari Babel. Pada Pemilu 2009, beliau juga terpilih
dari provinsi timah itu. Namun karena PBB tidak lolos PT, maka suara
beliau menjadi hangus.
Bergabungnya
Khairunnisa ke PPP setidak-tidaknya PPP akan mempunyai wakil untuk
DPR-RI dari Indramayu dan sekitarnya. Minimal PPP akan mendapatkan
tambahan 60 ribu suara, yaitu dari santri Az-Zaytun 15.000 suara, dan
sisanya dari keluarga santri.
Bergabungnya Munarman ke PPP mempunyai arti
penting, yaitu menambah suara PPP dan mengajak umat Islam untuk berjuang
secara konstitusional, bukan melalui jalanan. Di zaman demokrasi,
perjuangan harus dilakukan secara konstitusional.
Bagaimana dengan
kader lama PPP? Tidak usah takut. Kader lama PPP yang berjuang
sungguh-sungguh, bukan hanya numpang nama, tidak akan kehilangan
hak-haknya. Mereka harus menyambut tokoh itu dengan ahlan wa sahlan...
Selain itu, PPP
merupakan partai Islam. Jadi, tokoh Islam dari berbagai ormas Islam juga
merupakan kader PPP. Kader PPP adalah seluruh umat Islam di Indonesia,
karena PPP adalah rumah besar umat Islam.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !