Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, dalam sebuah acara di Beritasatu TV.
Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, dalam sebuah acara di Beritasatu TV. (sumber: JG Photo/ Jurnasyanto Sukarno)
Beberapa hasil survei memperlihatkan popularitas dan elektabilitas partai politik berhaluan Islam terus turun dari waktu ke waktu.

Jakarta -
Ketua Majelis Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Jusuf Kalla (JK) mengatakan sebuah anggapan yang salah jika trend Partai Islam mengecil. Menurut KK, saat ini partai Islam dan partai nasionalis tak memiliki banyak perbedaan.

"Salah kalau pengamat itu mengatakan partai Islam mengecil. Semua partai sekarang sudah sangat Islami, semua partai juga sudah sangat Nasionalis. Apa bedanya misalkan kalau Partai Golkar itu saya dan Akbar Tandjung, apa bedanya dengan PPP. Kalau Partai Demokrat ketua umumnya Anas, apa bedanya dengan PAN?," ujarnya dalam di acara Pelantikan Majelis KAHMI di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2) malam.

Seperti diketahui, beberapa hasil survei memperlihatkan popularitas dan elektabilitas partai politik berhaluan Islam terus turun dari waktu ke waktu. Terakhir, gambaran tersebut muncul dari hasil survei yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Survei SMRC menyebutkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah partai berasas Islam yang mendapat suara terbanyak bila pemilu digelar hari ini. Angkanya adalah 5,6 persen. Menyusul kemudian Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan 4,1 persen.

Perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meski belum terkena dugaan suap impor daging sapi saat survei digelar pun juga trendnya menurun drastis. Dari perolehan suara 7,89 persen pada Pemilu 2009, survei SMRC hanya mendapatkan dukungan 2,7 persen untuk PKS. Partai Amanat Nasional (PAN), juga tak mendapatkan dukungan yakni hanya 1,5 persen dari 1.220 responden.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga pernah melansir bahwa survei partai Islam mulai tergerus.Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memprediksi lima besar parpol yang akan mendominasi adalah partai nasionalis. Dari 1.200 responden survei, mayoritas mendukung partai nasionalis, ketika ditanyakan jika Pemilu Legislatif digelar hari ini maka partai apakah yang akan dipilih.

Golkar menduduki posisi tertinggi dengan perolehan suara 21 persen. Kemudian disusul PDIP dengan 17,2 persen suara. Demokrat memperoleh 14 persen. Gerindra hanya 5,2 persen. Sementara Nasdem diprediksi memperoleh lima persen suara. Sisanya adalah pendukung berbagai partai yang jumlahnya 13,4 persen. Sementara partai Islam seperti PKS, PPP, PAN, dan PKB, hanya memperoleh suara di bawah lima persen.