Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Alie, menjadi satu-satunya ketua umum partai di koalisi yang belum terjerat dugaan kasus korupsi yang dikerjakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maupun kasus besar lainnya.
Tercatat KPK pernah memeriksa Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus Hambalang. Lalu Ketua Umum PAN Hatta Radjasa diperiksa terkait dugaan korupsi proyek gerbong KRL bekas dari Jepang.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar masih tersandera dugaan suap dan korupsi kasus PPID yang terkenal dengan sebutan kasus 'kardus duren'.
Luthfie Hasan Ishaaq baru saja mundur sebagai Presiden PKS karena dijadikan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor sapi. Sementara Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie, pernah diributkan akibat kasus pajak perusahaan yang didirikannya dan kasus lumpur Sidoarjo. Itu belum termasuk penyelidikan dugaan korupsi proyek Alquran di Kementerian Agama yang melibatkan kader partai itu.
Tinggal Suryadharma Alie yang masih belum 'tersentuh' benar oleh KPK hingga saat ini.
Sekretaris Fraksi PPP di DPR, Arwani Thomafi, pihaknya tak yakin KPK akan membidik ketua umum partainya hanya karena setiap ketua parpol akan digilir.
Dia tak menolak bila belakangan memang muncul bisik-bisik di kalangan Parlemen bahwa KPK akan menarget seluruh pimpinan tertinggi parpol di Koalisi Pemerintahan.
"Pemberantasan korupsi itu tak boleh dipandang digilir seperti itu," kata Arwani di Jakarta, Senin (4/2).
"Bukan karena partai A kena, partai B harus kena. Jangan seperti itu cara pandangnya. Saya yakin KPK juga tak seperti itu."
Dia melanjutkan pihaknya mendukung agar KPK melaksanakan tugasnya dengan maksimal.
"Kita dukung KPK bisa bekerja lebih baik," kata Arwani.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !