Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romy Romahurmuzy tidak mempersoalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
yang memutuskan turun tangan langsung menangani kemelut di Partai
Demokrat. Syaratnya, presiden harus mampu mengatur waktu antara tugas
negara dengan partai.
"Jabatan publik yang dia emban adalah bagian dari perjuangan politik yang dia perjuangkan. Kalau kemudian presiden memberikan waktu sebagian untuk mengurusi isu politik yang mengantarkan jabatan publiknya, adalah suatu konsekuensi saja sepanjang itu tidak menyita perhatian dan konsentrasi presiden," kata Romy di Jakarta, Minggu (10/2).
Dia mencontohkan seperti Ketua PPP Suryadharma Ali. Saat ini Suryadharma masih menjabat sebagai ketua umum partai. Karena itu, tidak ada persoalan jika pengurus partai yang menjadi pejabat negara masih tetap mengurusi partainya.
"Di PPP sendiri, ada dua pejabat publik di tingkat menteri. Bagi kami sepanjang mereka menggunakan waktu-waktu yang diberikan di luar waktu yang diwajibkan oleh negara maka tidak ada persoalan. Karena semua orang toh memiliki mekanisme multitasking (melakukan tugas secara bersamaan)," ujar Romy.
Sebelumnya, SBY selaku ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengambil alih tugas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk membenahi partai. Pengambil alihan ini dilakukan setelah SBY melihat hasil survei tingkat elektabilitas Demokrat menurun menjadi sekitar 8,3 persen.
"Jabatan publik yang dia emban adalah bagian dari perjuangan politik yang dia perjuangkan. Kalau kemudian presiden memberikan waktu sebagian untuk mengurusi isu politik yang mengantarkan jabatan publiknya, adalah suatu konsekuensi saja sepanjang itu tidak menyita perhatian dan konsentrasi presiden," kata Romy di Jakarta, Minggu (10/2).
Dia mencontohkan seperti Ketua PPP Suryadharma Ali. Saat ini Suryadharma masih menjabat sebagai ketua umum partai. Karena itu, tidak ada persoalan jika pengurus partai yang menjadi pejabat negara masih tetap mengurusi partainya.
"Di PPP sendiri, ada dua pejabat publik di tingkat menteri. Bagi kami sepanjang mereka menggunakan waktu-waktu yang diberikan di luar waktu yang diwajibkan oleh negara maka tidak ada persoalan. Karena semua orang toh memiliki mekanisme multitasking (melakukan tugas secara bersamaan)," ujar Romy.
Sebelumnya, SBY selaku ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengambil alih tugas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk membenahi partai. Pengambil alihan ini dilakukan setelah SBY melihat hasil survei tingkat elektabilitas Demokrat menurun menjadi sekitar 8,3 persen.
[has]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !