Meski tak lolos verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada
Januari lalu, Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU) menjadi rebutan
dua partai peserta Pemilu 2014. Kedua partai itu adalah Partai
Persatuan Pembangunan (PPP) dan Gerindra.
Pinangan dua partai ini ke PKNU, diakui Choirul Anam, selaku Ketua Umum PP PKNU. Bahkan, dikabarkan, Prabowo Subianto akan membawa gerbongnya, Partai Gerindra untuk menggelar deklarasi besar-besaran di kantor PKNU, yang berada komplek Gedung Astranawa Jalan Gayungsari Timur, Surabaya, Jawa Timur.
Namun, langkah partai berlambang kepala garuda ini didahului PPP. Hari ini, Sabtu siang (9/2) sekitar pukul 13.00 WIB, Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali menemui Choirul Anam yang akrab disapa Cak Anam itu di Gedung Astranawa.
"Memang ada partai-partai lain (Gerindra) yang ingin mengajak PKNU untuk berkoalisi di Pemilu 2014. Tapi mereka (Gerindra) belum ke sini, hanya PPP yang baru datang, untuk melakukan komunikasi dengan PKNU," beber Cak Anam usai menggelar rapat tertutup dengan Suryadharma Ali.
Meski sudah ada kecocokan soal visi misi partai menghadapi Pemilu 2014, Cak Anam mengaku belum bisa memutuskan apakah akan menerima pinangan PPP atau tidak. Sebab, untuk menerima ajakan kerjasama itu, pihaknya masih harus melakukan mekanisme internal partai.
"Keputusannya akhir bulan ini (Febuari)," kata Cak Anam.
Sementara itu, untuk membujuk PKNU agar mau menerima pinangannya, PPP menjanjikan jatah kursi di legislatif ke partai pecahan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kita sudah ada kecocokan. Partai kita sama-sama dari NU, dari Ahlussunah wal Jama'ah. Visi misi kita juga sama. Nanti dalam kerjasama ini, kita juga akan berbagi caleg, tapi soal keputusan menerima atau tidak, itu bisa ditanyakan langsung ke Cak Anam," terang Suryadharma Ali.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Agama ini juga menegaskan, yang dilakukan partainya ini,adalah bentuk kerjasama secara alami, yang artinya tidak ada peleburan partai. PKNU dan PPP tetap ada secara fisik.
"Kerjasama alami itu kan tergantung dan ditentukan alam, jadi tidak ada peleburan," sahut Cak Anam berseloroh yang kemudian mengumbar tawanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, menyongsong Pemilu 2014 mendatang, untuk menggalang kekuatan, khususnya di Jawa Timur yang merupakan provinsi berbasis NU terbesar, PPP berusaha melakukan pendekatan ke PKNU. Dengan asumsi, di Pemilu 2014 nanti, PPP mampu bersaing dengan partai-partai besar, seperti PDIP, Demokrat, Golkar, PKB serta beberapa partai peserta Pemilu yang lain.
Sementara partai yang dibangun oleh Choirul Anam bersama beberapa ulama di Jawa Timur pasca berseberangan dengan PKB itu, terbukti cukup mumpuni di Jawa Timur, meski tidak lolos verifikasi faktual di Jakarta pada Januari lalu.
Buktinya di Pemilihan Bupati (Pilbup) Tulungagung 31 Januari lalu. Sebagai partai kecil pengusung pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto), PKNU mampu menyingkirkan tiga kontestan yang didukung oleh partai besar peserta Pemilu 2014, seperti PDIP, Demokrat, Golkar, PKB dan partai lain. Pilbup Tulungagung adalah bukti sahih, PKNU layak diperhitungkan, khususnya di Jawa Timur.
Pinangan dua partai ini ke PKNU, diakui Choirul Anam, selaku Ketua Umum PP PKNU. Bahkan, dikabarkan, Prabowo Subianto akan membawa gerbongnya, Partai Gerindra untuk menggelar deklarasi besar-besaran di kantor PKNU, yang berada komplek Gedung Astranawa Jalan Gayungsari Timur, Surabaya, Jawa Timur.
Namun, langkah partai berlambang kepala garuda ini didahului PPP. Hari ini, Sabtu siang (9/2) sekitar pukul 13.00 WIB, Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali menemui Choirul Anam yang akrab disapa Cak Anam itu di Gedung Astranawa.
"Memang ada partai-partai lain (Gerindra) yang ingin mengajak PKNU untuk berkoalisi di Pemilu 2014. Tapi mereka (Gerindra) belum ke sini, hanya PPP yang baru datang, untuk melakukan komunikasi dengan PKNU," beber Cak Anam usai menggelar rapat tertutup dengan Suryadharma Ali.
Meski sudah ada kecocokan soal visi misi partai menghadapi Pemilu 2014, Cak Anam mengaku belum bisa memutuskan apakah akan menerima pinangan PPP atau tidak. Sebab, untuk menerima ajakan kerjasama itu, pihaknya masih harus melakukan mekanisme internal partai.
"Keputusannya akhir bulan ini (Febuari)," kata Cak Anam.
Sementara itu, untuk membujuk PKNU agar mau menerima pinangannya, PPP menjanjikan jatah kursi di legislatif ke partai pecahan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kita sudah ada kecocokan. Partai kita sama-sama dari NU, dari Ahlussunah wal Jama'ah. Visi misi kita juga sama. Nanti dalam kerjasama ini, kita juga akan berbagi caleg, tapi soal keputusan menerima atau tidak, itu bisa ditanyakan langsung ke Cak Anam," terang Suryadharma Ali.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Agama ini juga menegaskan, yang dilakukan partainya ini,adalah bentuk kerjasama secara alami, yang artinya tidak ada peleburan partai. PKNU dan PPP tetap ada secara fisik.
"Kerjasama alami itu kan tergantung dan ditentukan alam, jadi tidak ada peleburan," sahut Cak Anam berseloroh yang kemudian mengumbar tawanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, menyongsong Pemilu 2014 mendatang, untuk menggalang kekuatan, khususnya di Jawa Timur yang merupakan provinsi berbasis NU terbesar, PPP berusaha melakukan pendekatan ke PKNU. Dengan asumsi, di Pemilu 2014 nanti, PPP mampu bersaing dengan partai-partai besar, seperti PDIP, Demokrat, Golkar, PKB serta beberapa partai peserta Pemilu yang lain.
Sementara partai yang dibangun oleh Choirul Anam bersama beberapa ulama di Jawa Timur pasca berseberangan dengan PKB itu, terbukti cukup mumpuni di Jawa Timur, meski tidak lolos verifikasi faktual di Jakarta pada Januari lalu.
Buktinya di Pemilihan Bupati (Pilbup) Tulungagung 31 Januari lalu. Sebagai partai kecil pengusung pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto), PKNU mampu menyingkirkan tiga kontestan yang didukung oleh partai besar peserta Pemilu 2014, seperti PDIP, Demokrat, Golkar, PKB dan partai lain. Pilbup Tulungagung adalah bukti sahih, PKNU layak diperhitungkan, khususnya di Jawa Timur.
[ren]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !